Tembus 200 Ribu Petisi Batalkan TKA 2025, Ini Kata Mendikdasmen: Pro atau Kontra?
Petisi untuk membatalkan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 kini menjadi sorotan publik. Hingga akhir Oktober 2025, lebih dari 200 ribu orang menandatangani petisi daring yang meminta agar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membatalkan tes tersebut.
Menanggapi hal itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pelaksanaan TKA tetap berlangsung sesuai jadwal, yakni pada 3–9 November 2025. Ia memastikan bahwa keputusan ini sudah mendapat persetujuan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
“The show must go on. Program ini sudah disetujui oleh Pak Presiden dan sudah kita sosialisasikan. Kalau ada yang tidak siap, ya tidak usah ikut,” ujar Mu’ti, Selasa (28/10/2025).
TKA Bersifat Sukarela
Mu’ti menjelaskan, pelaksanaan TKA tidak bersifat wajib bagi siswa. Artinya, setiap peserta mengikuti tes tersebut secara sukarela, tanpa adanya paksaan dari pihak sekolah maupun pemerintah.
“Loh, kan ini tidak wajib. Kalau tidak wajib berarti sukarela. Kalau sudah sukarela berarti tidak dipaksa,” tegasnya.
Ia menambahkan, Kemendikdasmen telah melakukan sosialisasi masif kepada seluruh sekolah terkait teknis dan tujuan dari pelaksanaan TKA 2025. Para peserta disebut sudah memahami konsekuensi dan kesiapan yang dibutuhkan sebelum mengikuti tes tersebut.
Petisi Tak Pengaruhi Jadwal TKA
Terkait maraknya petisi penolakan TKA, Abdul Mu’ti menyatakan mengapresiasi suara masyarakat, namun menegaskan bahwa gerakan tersebut tidak akan mengubah keputusan pemerintah.
“Kita mengapresiasi gerakan petisi itu, tapi itu tidak make sense karena tes ini sukarela. Kalau orang sudah sukarela berarti dia sadar dengan semua konsekuensinya,” ucap Mu’ti, dikutip dari keterangan resminya.
Menurut data Kemendikdasmen, lebih dari 3,5 juta siswa telah mendaftarkan diri untuk mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan digelar secara nasional pada awal November mendatang.
Sementara itu, petisi berjudul “Batalkan Pelaksanaan TKA 2025” yang digagas akun bernama Siswa Agit di platform change.org terus mendapatkan dukungan luas. Hingga berita ini ditulis, jumlah tanda tangan telah menembus 200 ribu orang dan terus bertambah.
Pro dan Kontra di Masyarakat
Gelombang dukungan terhadap petisi ini menunjukkan masih adanya perdebatan publik terkait urgensi pelaksanaan TKA. Sebagian pihak menilai tes ini bisa menjadi sarana evaluasi nasional kemampuan akademik siswa, sementara lainnya menganggap pelaksanaan TKA belum perlu dilakukan karena menambah beban peserta didik.
Meski begitu, pemerintah menegaskan TKA 2025 tetap berjalan sesuai jadwal dan tidak ada perubahan rencana.



