Penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kini memasuki tahap III yang berlangsung untuk periode Juli hingga September 2026.
Karena pencairan dilakukan secara bertahap di berbagai daerah, masyarakat dianjurkan melakukan cek penerima bansos PKH dan BPNT Juli 2026 agar mengetahui apakah bantuan sudah masuk dan dapat dicairkan.
Saat ini, pengecekan status penerima dapat dilakukan secara online melalui layanan resmi Kementerian Sosial (Kemensos).
Cukup menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera pada KTP, masyarakat dapat mengetahui apakah masih terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Berikut penjelasan lengkap mengenai jadwal penyaluran, besaran bantuan, hingga cara mengecek status penerima bansos.
Mengenal Bansos PKH dan BPNT
Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan bantuan sosial bersyarat yang diberikan pemerintah kepada keluarga miskin dan rentan yang telah terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sementara itu, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau bantuan sembako merupakan program pemerintah yang bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan pokok.
Penyaluran kedua program tersebut dilakukan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan dapat dicairkan melalui bank-bank Himbara maupun PT Pos Indonesia sesuai mekanisme yang berlaku di masing-masing daerah.
Karena penyalurannya berlangsung beberapa kali dalam setahun, penerima disarankan untuk rutin memantau status pencairan bantuan.
Jadwal Pencairan PKH dan BPNT Tahun 2026
Pemerintah menyalurkan bantuan PKH dan BPNT dalam empat tahap sepanjang tahun 2026, yaitu:
- Tahap I: Januari–Maret.
- Tahap II: April–Juni.
- Tahap III: Juli–September.
- Tahap IV: Oktober–Desember.
Untuk tahap III, pemerintah menargetkan proses penyaluran dimulai pada 20 Juli 2026 setelah tahapan verifikasi dan pemutakhiran data penerima selesai dilakukan.
Meski demikian, jadwal pencairan di setiap daerah tidak selalu sama. Oleh sebab itu, waktu masuknya dana bantuan ke rekening KPM dapat berbeda sesuai proses distribusi di wilayah masing-masing.
Mengapa Data Penerima Bansos Dapat Berubah?
Sebelum setiap tahap penyaluran, Kemensos melakukan pembaruan data penerima agar bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar memenuhi syarat.
Pemutakhiran tersebut menggunakan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang kemudian diverifikasi bersama pemerintah daerah sebelum dimasukkan ke dalam DTSEN.
Dari proses tersebut, beberapa kemungkinan dapat terjadi, antara lain:
- Penerima lama tetap memperoleh bantuan karena masih memenuhi persyaratan.
- Sebagian KPM tidak lagi menerima bantuan karena kondisi ekonominya telah berubah.
- Muncul penerima baru yang dinilai memenuhi kriteria berdasarkan hasil pendataan terbaru.
Pada penyaluran sebelumnya, pemerintah juga menetapkan ratusan ribu KPM baru setelah proses pembaruan data selesai.
Besaran Bantuan PKH Tahun 2026
Nominal bantuan PKH disesuaikan dengan kategori penerima manfaat, yaitu:
- Ibu hamil: Rp3.000.000 per tahun atau Rp750.000 per tahap.
- Anak usia dini (0–6 tahun): Rp3.000.000 per tahun atau Rp750.000 per tahap.
- Siswa SD/sederajat: Rp900.000 per tahun atau Rp225.000 per tahap.
- Siswa SMP/sederajat: Rp1.500.000 per tahun atau Rp375.000 per tahap.
- Siswa SMA/sederajat: Rp2.000.000 per tahun atau Rp500.000 per tahap.
- Penyandang disabilitas berat: Rp2.400.000 per tahun atau Rp600.000 per tahap.
- Lansia berusia 60 tahun ke atas: Rp2.400.000 per tahun atau Rp600.000 per tahap.
- Korban pelanggaran HAM berat: Rp10.800.000 per tahun atau Rp2.700.000 per tahap.
Besaran bantuan yang diterima setiap keluarga mengikuti komponen yang telah ditetapkan dan lolos proses verifikasi pemerintah.
Nominal BPNT Juli 2026
Berbeda dengan PKH, seluruh penerima BPNT memperoleh nominal bantuan yang sama.
Rinciannya meliputi:
- Bantuan sebesar Rp200.000 setiap bulan.
- Penyaluran dilakukan setiap tiga bulan.
- Total bantuan yang diterima dalam satu tahap sebesar Rp600.000.
Dana bantuan akan masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan dapat dicairkan melalui bank Himbara atau PT Pos Indonesia sesuai ketentuan di wilayah masing-masing.
Cara Cek Penerima PKH dan BPNT Juli 2026 Melalui Website
Status penerima bansos dapat dicek melalui situs resmi Kemensos dengan langkah berikut:
- Buka laman cekbansos.kemensos.go.id.
- Masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
- Ketik kode keamanan (captcha) yang tersedia.
- Klik tombol Cari Data.
- Tunggu hingga sistem menampilkan hasil pencarian.
Apabila nama terdaftar sebagai KPM, sistem akan menampilkan informasi mengenai jenis bantuan yang diterima beserta periode penyalurannya.
Cara Cek Penerima Bansos Lewat Aplikasi Cek Bansos
Selain website, masyarakat juga dapat memanfaatkan aplikasi resmi Cek Bansos.
Berikut langkah-langkahnya:
- Unduh aplikasi Cek Bansos melalui Google Play Store atau App Store.
- Pilih menu Buat Akun bagi pengguna baru.
- Isi data sesuai e-KTP, mulai dari NIK, nama lengkap, alamat, email, hingga kata sandi.
- Unggah foto KTP dan swafoto sebagai proses verifikasi.
- Login ke aplikasi setelah akun berhasil dibuat.
- Pilih menu Profil atau Cek Bansos.
- Sistem akan menampilkan status kepesertaan beserta jenis bantuan yang diterima.
Penutup
Pengecekan penerima bansos PKH dan BPNT Juli 2026 sebaiknya dilakukan secara berkala karena proses penyaluran berlangsung bertahap dan data penerima dapat berubah setelah melalui verifikasi serta pemutakhiran oleh pemerintah.
Dengan memanfaatkan situs cekbansos.kemensos.go.id maupun aplikasi resmi Cek Bansos, masyarakat dapat mengetahui lebih cepat apakah bantuan telah siap dicairkan atau masih dalam proses penyaluran.
Pastikan selalu menggunakan layanan resmi Kemensos agar informasi yang diperoleh akurat dan terhindar dari informasi palsu atau hoaks.



