Pemerintah Indonesia menghadirkan Perlinsos Digital sebagai sistem perlindungan sosial terintegrasi pertama di tanah air. Tujuannya adalah meningkatkan akurasi data penerima bantuan sosial sekaligus mempermudah masyarakat dalam proses pendaftaran bansos.
Sebelumnya, proses pendaftaran bansos sering kali memakan waktu lama dan rawan terjadi kesalahan data. Dengan hadirnya Perlinsos Digital, semua tahapan kini dilakukan secara real-time, transparan, dan terintegrasi lintas instansi. Hal ini diharapkan mampu memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak.
Setiap tahun, pemerintah mengalokasikan lebih dari Rp500 triliun untuk program perlindungan sosial. Agar dana sebesar itu tepat sasaran, Perlinsos Digital menghubungkan data dari berbagai lembaga sehingga verifikasi penerima bansos bisa dilakukan lebih cepat dan akurat.
Cara Daftar Bansos Melalui Perlinsos Digital
Mengutip akun ig resmi Kemenkop, berikut langkah pendaftaran bansos lewat Perlinsos Digital:
- Siapkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) beserta PIN.
- Buka laman resmi perlindos.kemensos.go.id.
- Login ke sistem dan lakukan verifikasi wajah menggunakan IKD.
- Pilih jenis bantuan yang ingin diajukan, misalnya BPNT atau PKH.
- Masukkan nomor pelanggan PLN (12 digit).
- Klik menu “Ajukan Bantuan” untuk mengirim permohonan.
- Hasil kelayakan akan muncul secara instan.
- Jika ada data tidak sesuai, masyarakat bisa mengajukan sanggahan melalui portal yang sama.
Cara Kerja Perlinsos Digital
Sistem ini mengintegrasikan data dari 8 instansi pemerintah secara real-time:
- BKN
- Kementerian Sosial
- PT PLN
- Korlantas/Samsat
- Ditjen Dukcapil
- BPJS Ketenagakerjaan
- Kementerian ATR/BPN
- BPS/DTSEN
Dengan integrasi ini, proses verifikasi penerima bansos menjadi lebih cepat, transparan, dan minim kesalahan.
Hasil Uji Coba Perlinsos Digital
Sejak 4 Juni 2026, Perlinsos Digital diuji coba di 43 kabupaten/kota selama tiga minggu. Hasilnya menunjukkan capaian positif:
- Waktu pendaftaran bansos berkurang drastis dari 200 hari menjadi kurang dari 5 menit.
- Sebanyak 239.476 kepala keluarga (KK) berhasil terdaftar.
- Sekitar 20.000 warga mengajukan sanggahan data.
- 61.054 agen aktif membantu proses pendampingan masyarakat.
Penutup
Dengan adanya Perlinsos Digital, pemerintah berharap proses pendaftaran bansos menjadi lebih mudah, cepat, dan akurat.
Sistem ini bukan hanya mempercepat birokrasi, tetapi juga memastikan bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.



