Berapa Biaya Haji 2026? Ini Rincian BPIH dan Jumlah yang Dibayar Jemaah
Pemerintah bersama Komisi VIII DPR RI telah menyepakati rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) untuk musim haji 2026 sebesar sekitar Rp87,4 juta per jamaah. Angka ini sering jadi acuan utama saat orang bertanya “berapa biaya haji 2026?” atau “berapa biaya haji 2026 yang harus disiapkan calon jamaah?”.
Dari total biaya haji 2026 tersebut, tidak semuanya dibayar langsung oleh jamaah. Porsi yang harus dibayar oleh jamaah, yaitu Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH), ditetapkan sekitar Rp54,19 juta per orang. Ini setara kurang lebih 62 persen dari total biaya haji 2026.
Sisa biayanya, sekitar 38 persen atau kurang lebih Rp33 jutaan per jamaah, ditopang dari nilai manfaat dana haji. Skema ini membuat setoran jamaah tidak harus menanggung seluruh komponen biaya haji 2026 secara penuh di muka.
Rincian biaya haji 2026 dapat digambarkan sebagai berikut:
- Total BPIH rata-rata nasional: sekitar Rp87.409.356 per jamaah.
- Jumlah yang dibayar jamaah (BIPIH): sekitar Rp54.193.807.
- Selisih yang ditutup nilai manfaat dana haji: sekitar Rp33 juta lebih per jamaah.
Pertanyaan lain yang banyak muncul adalah apakah biaya haji 2026 turun dibanding tahun sebelumnya. Pemerintah menyampaikan bahwa angka biaya haji 2026 dinilai lebih efisien dibanding usulan awal. Sebelumnya sempat diusulkan BPIH sekitar Rp88,4 juta dan setoran jamaah sekitar Rp54,9 juta. Setelah pembahasan, angka rata-rata biaya haji 2026 disepakati turun menjadi sekitar Rp87,4 juta dengan komponen yang dibayar jamaah menjadi sekitar Rp54,19 juta. Penurunan ini disebut sebagai hasil efisiensi layanan, negosiasi akomodasi, transportasi, katering, dan pengelolaan nilai manfaat dana haji.
Meski demikian, DPR menilai penurunan biaya haji 2026 masih tergolong kecil dan meminta pemerintah terus mencari cara agar ongkos haji bisa ditekan lagi. Kementerian Agama juga pernah menyebut target ideal jangka menengah agar biaya haji bisa berada di kisaran Rp85 juta bahkan menuju di bawah Rp70 juta per jamaah, jika efisiensi penuh tercapai. Target itu terutama terkait pengaturan masa tinggal jamaah di Arab Saudi, pemangkasan komponen yang dianggap tidak esensial, hingga rencana pemusatan layanan jamaah secara lebih mandiri.
Bagi calon jamaah, poin pentingnya adalah: berapa biaya haji 2026 yang harus benar-benar disiapkan? Jawabannya, untuk jamaah haji reguler, angka yang perlu disiapkan adalah sekitar Rp54 juta sebagai komponen BIPIH. Ini adalah biaya yang langsung ditanggung jamaah untuk berangkat haji 2026, sementara sisanya ditopang oleh nilai manfaat dana haji.
Perlu dicatat bahwa angka di atas adalah rata-rata nasional biaya haji 2026 untuk haji reguler. Besaran setoran riil bisa sedikit berbeda antar embarkasi karena perbedaan rute penerbangan, akomodasi, dan faktor teknis lainnya. Biaya haji khusus (haji plus) juga berbeda karena paket layanannya berbeda.
Kesimpulannya, ketika ditanya “berapa biaya haji 2026?”, jawabannya adalah: total biaya haji 2026 rata-rata sekitar Rp87,4 juta per jamaah, tetapi jamaah haji reguler diperkirakan cukup membayar sekitar Rp54,19 juta.



