{"id":34399,"date":"2025-10-26T16:37:00","date_gmt":"2025-10-26T09:37:00","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.umsu.ac.id\/aktual\/?p=34399"},"modified":"2025-10-26T21:21:26","modified_gmt":"2025-10-26T14:21:26","slug":"apa-itu-desil-1-6-dan-pengaruhnya-terhadap-penerima-bantuan-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.umsu.ac.id\/aktual\/apa-itu-desil-1-6-dan-pengaruhnya-terhadap-penerima-bantuan-sosial\/","title":{"rendered":"Apa Itu Desil 1\u20136 dan Pengaruhnya Terhadap Penerima Bantuan Sosial?"},"content":{"rendered":"<h2>Apa Itu Desil 1\u20136 dan Pengaruhnya Terhadap Penerima Bantuan Sosial?<\/h2>\n<p>Dalam mekanisme penyaluran bantuan sosial di Indonesia, istilah desil menjadi salah satu parameter paling penting untuk menentukan layak atau tidaknya sebuah keluarga menerima bansos. Desil merupakan klasifikasi ekonomi yang membagi penduduk Indonesia menjadi 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan, mulai dari yang paling miskin (Desil 1) hingga paling mampu (Desil 10). Klasifikasi ini diatur melalui sistem DTSEN (Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional) dan sebelumnya dikenal sebagai DTKS.<\/p>\n<p>Pemerintah menggunakan desil untuk menyaring penerima bansos agar anggaran tidak salah sasaran. Penilaian desil dihitung menggunakan berbagai indikator: kepemilikan aset, kondisi bangunan rumah, jenis pekerjaan, jenis lantai, kepemilikan kendaraan, konsumsi listrik, hingga beban tanggungan. Skema ini membuat proses bantuan bersifat objektif berbasis data, bukan sekadar pengakuan.<br \/>\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\"\n     crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des1 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\"\n     style=\"display:block\"\n     data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\"\n     data-ad-slot=\"7381647052\"\n     data-ad-format=\"auto\"\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<h3>Kategori Desil 1\u20136<\/h3>\n<h4>Berikut gambaran teknis tiap tingkatannya:<\/h4>\n<ul>\n<li>\n<h5>Desil 1 \u2013 Sangat Miskin<\/h5>\n<p>Masuk dalam prioritas tertinggi. Keluarga biasanya tidak memiliki pekerjaan stabil dan kesulitan memenuhi kebutuhan pokok. Hampir seluruh program bansos menyasar kelompok ini, seperti PKH, BPNT, dan PBI-JKN.<\/li>\n<li>\n<h5>Desil 2 \u2013 Miskin<\/h5>\n<p>Kondisi ekonomi masih banyak kekurangan. Pendapatan rendah dan rentan terhadap gejolak ekonomi. Tetap menjadi prioritas penerima bansos reguler.<\/li>\n<li>\n<h5>Desil 3 \u2013 Hampir Miskin<\/h5>\n<p>Penghasilannya sedikit lebih baik, namun rawan jatuh miskin akibat kenaikan harga atau kehilangan pekerjaan mendadak.<\/li>\n<li>\n<h5>Desil 4 \u2013 Rentan Miskin<\/h5>\n<p>Kondisinya relatif stabil tetapi rentan terdampak bencana, inflasi, PHK, dan beban tanggungan besar.<\/li>\n<li>\n<h5>Desil 5 \u2013 Pas-pasan<\/h5>\n<p>Sudah berada pada ambang aman secara ekonomi namun belum sejahtera. Pemerintah masih mempertimbangkan bantuan bersyarat pada situasi tertentu, misalnya tanggungan sekolah, lansia, atau disabilitas.<\/li>\n<li>\n<h5>Desil 6\u201310 \u2013 Menengah ke Atas<\/h5>\n<p>Kelompok ini tidak diprioritaskan untuk bansos reguler. Pada pembaruan data 2025, keluarga dalam desil tinggi berpotensi dihapus dari daftar penerima karena dianggap mandiri dalam pembiayaan kebutuhan dasar.<\/li>\n<\/ul>\n<p><script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\"\n     crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des3 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\"\n     style=\"display:block\"\n     data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\"\n     data-ad-slot=\"9732478221\"\n     data-ad-format=\"auto\"\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<h3>Kenapa Desil Menentukan Layak Tidaknya Bantuan?<\/h3>\n<p>Alasannya sederhana: tepat sasaran.<\/p>\n<h4>Dengan klasifikasi desil, pemerintah dapat:<\/h4>\n<ul>\n<li>Membedakan kelompok miskin murni dan rentan miskin<\/li>\n<li>Menekan ketidakefektifan anggaran<\/li>\n<li>Menghindari penerima bansos ganda<\/li>\n<li>Menentukan prioritas berdasarkan urgensi sosial<\/li>\n<\/ul>\n<p>Anggaran negara untuk bansos jumlahnya besar, sehingga pemerataan bantuan harus berbasis data valid agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial.<br \/>\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\"\n     crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des2 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\"\n     style=\"display:block\"\n     data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\"\n     data-ad-slot=\"3386561724\"\n     data-ad-format=\"auto\"\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<h3>Dampak Kebijakan Bagi Masyarakat<\/h3>\n<h4>Jika sebuah keluarga berada di Desil 1\u20134, peluang mendapatkan bantuan reguler lebih besar. Namun bagi Desil 5\u20136 ke atas, bantuan dapat diganti dengan program alternatif seperti:<\/h4>\n<ul>\n<li>Pelatihan kerja<\/li>\n<li>Subsidi UMKM<\/li>\n<li>Pendampingan ekonomi produktif<\/li>\n<\/ul>\n<p>Tujuannya agar bantuan tidak hanya konsumtif, tetapi juga meningkatkan kemandirian.<br \/>\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\"\n     crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des1 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\"\n     style=\"display:block\"\n     data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\"\n     data-ad-slot=\"7381647052\"\n     data-ad-format=\"auto\"\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<h3>Tips Agar Data Warga Akurat<\/h3>\n<h4>Agar tidak salah klasifikasi:<\/h4>\n<ul>\n<li>Pastikan NIK, alamat, dan jumlah tanggungan tercatat benar<\/li>\n<li>Lakukan pembaruan data di desa\/kelurahan saat terjadi perubahan kondisi<\/li>\n<li>Gunakan aplikasi resmi Cek Bansos Kemensos untuk memantau status<\/li>\n<li>Kesalahan data bisa menyebabkan keluarga yang seharusnya berhak malah terhapus dari daftar penerima.<\/li>\n<\/ul>\n<p><script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\"\n     crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des2 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\"\n     style=\"display:block\"\n     data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\"\n     data-ad-slot=\"3386561724\"\n     data-ad-format=\"auto\"\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa Itu Desil 1\u20136 dan Pengaruhnya Terhadap Penerima Bantuan Sosial? Dalam mekanisme penyaluran bantuan sosial di Indonesia, istilah desil menjadi salah satu parameter paling penting untuk menentukan layak atau tidaknya sebuah keluarga menerima bansos. Desil merupakan klasifikasi ekonomi yang membagi penduduk Indonesia menjadi 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan, mulai dari yang paling miskin (Desil 1) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":34402,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"footnotes":""},"categories":[26651,4208,30],"tags":[37629,3540,1113,1154,37628,37630,37631,2941,36375,37634,37632,37635,1155,37633],"class_list":["post-34399","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-bansos","category-informasi","tag-apa-itu-desil","tag-blt-2025","tag-bpnt-2025","tag-cek-bansos-kemensos","tag-desil-1-6","tag-desil-bansos","tag-desil-dtsen","tag-dtks-kemensos","tag-dtsen-2025","tag-hampir-miskin","tag-klasifikasi-desil","tag-pas-pasan","tag-pkh-2025","tag-rentan-miskin"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.umsu.ac.id\/aktual\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34399","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.umsu.ac.id\/aktual\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.umsu.ac.id\/aktual\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.umsu.ac.id\/aktual\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.umsu.ac.id\/aktual\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34399"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/blog.umsu.ac.id\/aktual\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34399\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34517,"href":"https:\/\/blog.umsu.ac.id\/aktual\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34399\/revisions\/34517"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.umsu.ac.id\/aktual\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34402"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.umsu.ac.id\/aktual\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34399"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.umsu.ac.id\/aktual\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34399"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.umsu.ac.id\/aktual\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34399"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}