{"id":27734,"date":"2025-06-11T09:30:12","date_gmt":"2025-06-11T02:30:12","guid":{"rendered":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/berita\/?p=27734"},"modified":"2025-06-11T09:30:12","modified_gmt":"2025-06-11T02:30:12","slug":"cek-syarat-dan-besaran-dana-bantuan-bpnt-tahap-2-tahun-2025-berikut-rinciannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.umsu.ac.id\/aktual\/cek-syarat-dan-besaran-dana-bantuan-bpnt-tahap-2-tahun-2025-berikut-rinciannya\/","title":{"rendered":"Cek Syarat dan Besaran Dana Bantuan BPNT Tahap 2 Tahun 2025, Berikut Rinciannya!"},"content":{"rendered":"<h2>Cek Syarat dan Besaran Dana Bantuan BPNT Tahap 2 Tahun 2025, Berikut Rinciannya!<\/h2>\n<p>Pemerintah kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) untuk Program Bantuan Pangan Non-Tunai (<a href=\"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/berita\/bansos-bpnt-tahap-2-tahun-2025-sudah-cair-berikut-cara-cek-pencairannya-lewat-hp\/\">BPNT<\/a>) tahap 2 tahun 2025 secara bertahap sejak 28 Mei 2025. Penyaluran ini menyasar 16,5 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia, dengan total anggaran mencapai Rp10 triliun.<\/p>\n<p>Namun hingga pertengahan Juni, sebagian KPM masih belum menerima bantuan karena berbagai faktor teknis dan administratif. Simak penjelasan lengkap tentang syarat, besaran dana, dan cara cek status pencairannya berikut ini.<\/p>\n<h3>Apa Itu BPNT?<\/h3>\n<p><a href=\"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/berita\/cek-bansos-bpnt-hanya-dengan-ktp-berikut-langkah-langkahnya\/\">BPNT<\/a> atau Bantuan Pangan Non-Tunai adalah program bantuan dari pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga miskin. Program ini diberikan dalam bentuk saldo non-tunai sebesar Rp200.000 per bulan, yang bisa digunakan untuk membeli bahan pangan di e-Warong (warung elektronik).<br \/>\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des1 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<h3>Jadwal Penyaluran BPNT Tahap 2 Tahun 2025<\/h3>\n<p>Penyaluran tahap 2 mencakup periode April\u2013Juni 2025, dengan nominal total sebesar Rp600.000 per KPM (Rp200.000 \u00d7 3 bulan).<\/p>\n<p>Penyaluran mulai dilakukan secara bertahap sejak 28 Mei 2025, namun bukti pencairan baru mulai muncul secara signifikan pada 10 Juni 2025, seperti ditunjukkan melalui struk ATM BRI dan laporan masyarakat di berbagai daerah.<\/p>\n<h3>Syarat Penerima BPNT Tahap 2<\/h3>\n<p>Untuk bisa menerima BPNT tahap 2 tahun 2025, KPM harus memenuhi syarat berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h4>Terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Termasuk dalam kelompok desil 1\u20134 (paling rentan secara ekonomi).<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Memiliki rekening aktif di bank penyalur (BRI, BNI, Mandiri, atau BSI).<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Data pribadi dan rumah tangga sudah diverifikasi dan divalidasi oleh pendamping sosial dan Dinas Sosial daerah.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Tidak termasuk dalam kelompok yang sudah dinonaktifkan akibat perbaikan data (sekitar 1,8 juta KPM telah dicoret dari daftar penerima karena dianggap lebih mampu).<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des2 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"3386561724\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<h3>Besaran Dana BPNT dan PKH 2025<\/h3>\n<p>Meskipun belum diumumkan secara resmi, jika mengacu pada skema tahun sebelumnya, berikut estimasi besarannya:<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h4>BPNT (April\u2013Juni 2025):<\/h4>\n<ul>\n<li>Rp200.000 per bulan \u00d7 3 bulan = Rp600.000 per KPM<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>\n<h4>PKH Tahap 2 (jika KPM juga terdaftar):<\/h4>\n<ul>\n<li>Ibu hamil\/nifas: Rp750.000<\/li>\n<li>Anak usia dini (0\u20136 tahun): Rp750.000<\/li>\n<li>Siswa SD: Rp225.000<\/li>\n<li>Siswa SMP: Rp375.000<\/li>\n<li>Siswa SMA: Rp500.000<\/li>\n<li>Lansia\/disabilitas berat: Rp600.000<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dengan demikian, satu keluarga bisa menerima total bantuan lebih dari Rp1 juta, tergantung pada jumlah dan kategori anggota keluarga.<br \/>\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des3 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"9732478221\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<h3>Kenapa Belum Cair untuk Semua KPM?<\/h3>\n<p>Penyaluran BPNT tahap 2 dilakukan bertahap, karena:<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h4>Proses verifikasi dan validasi data penerima lewat sistem SIKS-NG masih berlangsung.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Belum semua daerah menyelesaikan tahapan administrasi seperti SPM (Surat Perintah Membayar) dan SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana).<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Masih banyak KPM yang datanya sedang dalam proses pembaruan atau dinyatakan tidak valid.<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Bukti Pencairan Sudah Muncul?<\/h3>\n<p>Ya, beberapa bukti pencairan telah beredar, seperti struk transaksi dari ATM BRI pada 10 Juni 2025 yang menunjukkan saldo masuk sebesar Rp600.000 (diduga BPNT) dan Rp1,7 juta (diduga dari PKH). Namun demikian, pencairan belum merata di seluruh wilayah.<\/p>\n<p>Contohnya:<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h4>Kota Cirebon dan Denpasar baru sebagian kecil KPM yang menerima bantuan.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Beberapa desa hanya beberapa orang saja yang muncul dalam daftar pencairan.<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des1 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<h3>Cara Cek Status Penerima BPNT Tahap 2<\/h3>\n<p>Berikut cara mengecek apakah Anda termasuk penerima BPNT:<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h4>Melalui Website Kemensos<\/h4>\n<ul>\n<li>Buka: https:\/\/cekbansos.kemensos.go.id<\/li>\n<li>Masukkan:\n<ul>\n<li>Nama sesuai KTP<\/li>\n<li>Wilayah (provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa)<\/li>\n<li>Kode captcha<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Klik Cari Data untuk melihat status.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Melalui Aplikasi Cek Bansos<\/h4>\n<ul>\n<li>Unduh di Google Play Store\/App Store.<\/li>\n<li>Login dengan akun DTKS.<\/li>\n<li>Masukkan NIK dan data keluarga.<\/li>\n<li>Cek status penerima BPNT atau PKH.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Melalui ATM atau Mesin EDC<\/h4>\n<ul>\n<li>Gunakan kartu KKS Anda di ATM bank penyalur.<\/li>\n<li>Pilih menu informasi saldo.<\/li>\n<li>Lihat apakah dana telah masuk.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des2 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"3386561724\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<h3>Tips untuk KPM yang Belum Cair<\/h3>\n<ul>\n<li>\n<h4>Jangan panik jika saldo belum masuk, karena proses bisa berbeda-beda antar daerah.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Pastikan data Anda telah valid dan sesuai di sistem DTSEN dan SIKS-NG.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Hubungi pendamping sosial di wilayah Anda untuk mendapatkan update data dan status bansos.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Hindari bolak-balik ke ATM\u2014tunggu pemberitahuan resmi melalui pesan atau pengumuman dari pemerintah desa\/kelurahan.<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des3 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"9732478221\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<h3>Penegasan dari Kemensos<\/h3>\n<p>Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa pencairan dilakukan secara bertahap, dengan prioritas pada KPM yang sudah tervalidasi melalui Data DTSEN. Pemutakhiran data dilakukan bersama BPS dan BPKP, guna memastikan bantuan tepat sasaran.<\/p>\n<h3>Kesimpulan<\/h3>\n<p>BPNT tahap 2 tahun 2025 memang belum cair secara merata, namun pemerintah memastikan proses terus berjalan. Bantuan sebesar Rp600.000 akan segera diterima oleh KPM yang datanya telah lengkap dan terverifikasi. Gunakan layanan cek online dan tanyakan ke pendamping sosial untuk memastikan status Anda.<\/p>\n<p>Tetap tenang, sabar, dan pantau informasi resmi dari Kemensos.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cek Syarat dan Besaran Dana Bantuan BPNT Tahap 2 Tahun 2025, Berikut Rinciannya! Pemerintah kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) untuk Program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap 2 tahun 2025 secara bertahap sejak 28 Mei 2025. Penyaluran ini menyasar 16,5 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia, dengan total anggaran mencapai Rp10 triliun. Namun hingga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":27735,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"footnotes":""},"categories":[26651,32489,32577],"tags":[33855,19546,1658,20756,33856,33838,33857,24183,18943],"class_list":["post-27734","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-cek-bansos","category-info-bansos","tag-bantuan-bpnt-2025","tag-besaran-dana-bpnt-2025","tag-bpnt-tahap-2-2025","tag-cara-cek-bpnt-kemensos","tag-cek-bansos-bpnt-tahap-2","tag-kapan-bpnt-tahap-2-cair","tag-pencairan-bpnt-juni-2025","tag-status-pencairan-bpnt-2025","tag-syarat-penerima-bpnt-2025"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.umsu.ac.id\/aktual\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27734","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.umsu.ac.id\/aktual\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.umsu.ac.id\/aktual\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.umsu.ac.id\/aktual\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.umsu.ac.id\/aktual\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27734"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.umsu.ac.id\/aktual\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27734\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.umsu.ac.id\/aktual\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27734"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.umsu.ac.id\/aktual\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27734"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.umsu.ac.id\/aktual\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27734"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}