{"id":17182,"date":"2023-10-02T11:52:49","date_gmt":"2023-10-02T04:52:49","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/?p=2777"},"modified":"2023-10-02T11:52:49","modified_gmt":"2023-10-02T04:52:49","slug":"syarat-dan-cara-membuat-paspor-anak-secara-online-dan-offline","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.umsu.ac.id\/aktual\/syarat-dan-cara-membuat-paspor-anak-secara-online-dan-offline\/","title":{"rendered":"Syarat dan Cara Membuat Paspor Anak secara Online dan Offline"},"content":{"rendered":"<h2>Syarat dan Cara Membuat Paspor Anak secara Online dan Offline<\/h2>\n<p>Membuat paspor anak adalah suatu hal yang penting bagi orang tua yang ingin membawa anak-anak mereka ke luar negeri. Meskipun anak-anak masih berusia di bawah 17 tahun dan belum memiliki Kartu Tanda Penduduk, mereka tetap bisa mengajukan pembuatan paspor.<\/p>\n<p>Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia telah menjelaskan syarat-syarat membuat paspor untuk anak-anak, Kemudian pembuatannya dapat dilakukan secara konvensional melalui kantor imigrasi atau secara modern melalui Aplikasi M-Paspor yang dapat diunduh melalui App Store.<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><\/p>\n<h4><script src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" async=\"\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des1 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/h4>\n<h3>Syarat Membuat Paspor Anak<\/h3>\n<ol>\n<li>\n<h4>Kartu Tanda Penduduk (KTP) ayah atau ibu.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Kartu Keluarga (KK).<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Akta Kelahiran atau surat baptis.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Akta Perkawinan atau buku nikah orang tua.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Surat penetapan ganti nama (bagi yang telah mengganti nama).<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Paspor biasa lama bagi yang telah memiliki paspor biasa.<\/h4>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Setelah semua persyaratan paspor anak lengkap, orang tua dapat langsung mengajukan permohonan paspor ke Kantor Imigrasi atau melalui aplikasi M-Paspor yang dapat diunduh melalui App Store.<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><\/p>\n<h3>Cara Membuat Paspor Anak Secara Offline<\/h3>\n<ol>\n<li>\n<h4>Kunjungi kantor imigrasi terdekat.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Mengisi data di aplikasi yang disediakan pada loket permohonan.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Lampirkan dokumen persyaratan yang telah disebutkan sebelumnya.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Petugas imigrasi akan memeriksa kelengkapan dokumen persyaratan.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Jika dinyatakan lengkap, maka akan mendapatkan tanda terima permohonan dan kode pembayaran.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Lakukan pembayaran sesuai dengan nominal biaya pembuatan paspor.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Dilakukan pengambilan foto paspor dan sidik jari.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Melakukan wawancara jika diperlukan.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Dilakukan verifikasi dan adjudikasi.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Setelah selesai, ambil paspor yang telah jadi pada hari yang ditentukan.<\/h4>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Cara Membuat Paspor Anak Secara Online<\/h3>\n<p>Selain prosedur offline, terdapat juga cara membuat paspor anak secara online melalui aplikasi M-Paspor. Berikut adalah langkah-langkahnya:<\/p>\n<h4><script src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" async=\"\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des1 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/h4>\n<ol>\n<li>\n<h4>Buka aplikasi M-Paspor di ponsel Anda.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Pilih Permohonan Paspor Reguler.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Akan muncul peringatan untuk mengisi data dengan benar, klik &#8220;Lanjutkan&#8221;.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Pilih untuk siapa paspor dibuat, apakah untuk dewasa atau anak-anak (berusia di bawah 17 tahun atau belum memiliki KTP).<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Validasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan mengunggah foto KTP.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Jika berhasil, akan muncul form untuk mengisi Nama, Tanggal Lahir, dan NIK Pemohon.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Klik &#8220;Lanjutkan&#8221;.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Mengisi kuesioner untuk menentukan jenis paspor yang dibutuhkan. Akan ada pertanyaan terkait negara tujuan, tempat tinggal, dan berapa lama Anda akan berada di sana.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Isi data diri dan unggah dokumen persyaratan yang diperlukan, kemudian klik &#8220;Lanjutkan&#8221;.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Tambahkan daftar pemohon dengan mengklik tombol &#8220;Tambah Pemohon&#8221;, dan mengisi form pertanyaan kuesioner, klik &#8220;Lanjutkan&#8221;.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Pilih lokasi kantor imigrasi tujuan terdekat.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Pilih tanggal dan jam kedatangan.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Lakukan pembayaran. Setelah selesai, sistem akan melakukan pengecekan dan menampilkan status pembayaran.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Anda akan mendapatkan kode antrian dan status pembayaran.<\/h4>\n<h4><script src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" async=\"\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des1 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/h4>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Biaya Pembuatan Paspor<\/h3>\n<ol>\n<li>\n<h4>Paspor biasa nonelektronik 48 halaman: Rp350.000.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Paspor biasa elektronik 48 halaman: Rp650.000.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Layanan percepatan paspor* (selesai pada hari yang sama): Rp1.000.000.<\/h4>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>*Biaya layanan percepatan di luar biaya penerbitan paspor.<\/p>\n<p>Sekarang sudah mengetahui syarat dan cara membuat paspor anak baik secara online maupun offline. Pastikan untuk mempersiapkan semua dokumen yang diperlukan dan mengikuti prosedur dengan teliti.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Syarat dan Cara Membuat Paspor Anak secara Online dan Offline Membuat paspor anak adalah suatu hal yang penting bagi orang tua yang ingin membawa anak-anak mereka ke luar negeri. Meskipun anak-anak masih berusia di bawah 17 tahun dan belum memiliki Kartu Tanda Penduduk, mereka tetap bisa mengajukan pembuatan paspor. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2778,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"footnotes":""},"categories":[26651],"tags":[621,28059,28060,28061],"class_list":["post-17182","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-biaya-pembuatan-paspor","tag-cara-membuat-paspor-anak-secara-offline","tag-cara-membuat-paspor-anak-secara-online","tag-syarat-membuat-paspor-anak"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.umsu.ac.id\/aktual\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17182","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.umsu.ac.id\/aktual\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.umsu.ac.id\/aktual\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.umsu.ac.id\/aktual\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.umsu.ac.id\/aktual\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17182"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.umsu.ac.id\/aktual\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17182\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.umsu.ac.id\/aktual\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17182"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.umsu.ac.id\/aktual\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17182"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.umsu.ac.id\/aktual\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17182"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}